Tema Blog ini Bisa Cepat Menghasilkan Uang

Para bloger yang sudah lama bermain di dunia blogging jarang yang tahu cara menghasilkan uang lewat blog gratisan. Padahal sudah banyak yang memanfaatkan blog gratisan ini menjadi mesin uang mereka.

Termasuk saya yang suka penasaran, mau-maunya cari informasi yang nyarinya setengah mati sampai lembur tiap hari tapi hasilnya saya bagikan secara gratis.

Seperti template blogger yang satu ini. Saya nyari kemana-mana tidak ketemu. Sudah nemu dibongkar dan diacak-acak. Sekedar ingin tahu isinya apa saja. Padahal saya gak ngerti bahasa kode Html.
Tema Blog ini Bisa Cepat Menghasilkan Uang

Tapi karena suka, jadi sedikit-sedikit jadi ngertinya sedikit. Mungkin kalau banyak-banyak, bisa jadi ngertinya banyak. Sekarang harus bagi-bagi waktu, siang buat ngajar bahasa manusia (Inggris dan Indonesia), malamnya belajar bahasa HTML.

Ini tema blogger apa, kok bisa cepat hasilkan uang? Mungkin ada yang tidak sabar menanti, tema blog yang satu ini. Bisa dilihat demonya, kenapa bisa cepat menghasilkan uang. Silakan temukan jawabannya sendiri.

Demo Tema Blog Mesin Uang Free


Demo Tema Blog Mesin Uang Premium


Ternyata bukan saya saja yang nguber-uber tema blog penghasil uang ini. Pasti dong, sudah banyak yang nyari. Termasuk Anda yang sudah penasaran ingin lihat cara kerjanya. Dan pastinya ingin cepat dapat penghasilan dari blog kesayangannya.


Kelas NOVEL Online Asma Nadia & Helvy Tiana Rosa

KELAS NOVEL ONLINE 

BERSAMA ASMA NADIA DAN HELVY TIANA ROSA 


Ini nih yang langka. Dua Penulis buku Best Seller Nasional ini ternyata kakak dan adik. Kompak hehe.

Sejak kecil SukaNulis. Sudah besar jadi penulis. Gak tanggung-tanggung, buku-buku mereka Best Seller Nasional semua.

Mereka adalah bunda Asma Nadia dan bunda Helvy Tiana Rosa

Karya mereka sudah banyak dan tentu sudah berhasil menginspirasi orang banyak. Apalagi beberapa karya mereka sudah difilmkan, pasti makin luas manfaatnya.

Buat yang belum kenal, terlebih dahulu saya kenalkan mereka kepada Anda.


Asma Nadia

sejak kecil sudah biasa nulis, mulai dari nulis cerpen dan puisi untuk mengisi media sekolah.

Dia sempat kuliah di IPB. Namun di saat padatnya kesibukan kuliah, Asma Nadia sakit sehingga harus beristirahat dan tidak bisa menamatkan kuliahnya.

Meskipun sakit Asma tidak hilang semangat menulisnya. Orang-orang yang menyayanginya, kerabat dan sahabat senantiasa memberikan dorongan kepada dia untuk tetap semangat menulis.

Asma aktif mengirimkan karya-karyanya ke media massa. Bukan hanya fiksi yang dia tulis, tetapi dia pun menulis puisi, lirik lagu dan lainnya.

Berbagai penghargaan diraihnya.
Keliling dunia, sekitar 59 negara pernah dia kunjungi dengan wasilah menulisnya. Diundang ke beberapa negara sebagai bintang tamu untuk memberikan seminar yang diselenggarakan oleh KBRI.

Mendirikan Forum Lingkar Pena
Mendirikan ratusan Rumah Baca yang sudah tersebar di nusantara
Mendirikan penerbitan buku sendiri

Beberapa novelnya sudah difilmkan dan banyak menginspirasi banyak orang.

Sekarang Asma telah menulis novel yang ke-54. Novel paling tebal yang pernah dia tulis dengan judul "Bidadari untuk Dewa" 


Helvy Tiana Rosa 


Kebiasaan membaca sudah ditanamkan sejak kanak-kanak. Sebagaimana ditanamkan pula kepada kedua adiknya, Asma Nadia, dan Aeron Tomino.

Saat usia SD, Helvy sering berkunjung ke tempat persewaan buku, hanya melihat-lihat judul dan jenis-jenis buku.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Helvy tidak menyerah. Dia mampu mengumpulkan buku-buku hasil tabungannya yang kemudian disewakan kepada teman-temannya. Hobi membaca ini dia tularkan pula kepada adiknya.

Bukan hanya membaca, dia juga aktif menulis puisi dan cerpen lalu mengirimkan ke redaksi majalah anak. Benar saja, tak ada perjuangan yang sia-sia, karya Helvy banyak dimuat di majalah anak-anak yang kemudian semakin menyemangatinya untuk terus menulis dan memberikan contoh bagi adik-adiknya.

Sudah banyak prestasi yang telah Helvy raih. Puluhan penghargaan telah dia dapatkan, mulai dari tingkat nasional hingga internasional.

Helvy mengaku bahwa bakat adalah bonus yang diberikan oleh Allah, tinggal bagaimana individu tersebut mengasah dan melatih bakatnya.

Banyak tulisannya yang telah menginspirasi masyarakat. Diantara karyanya yaitu novel "Ketika Mas Gagah Pergi" yang menjadi salah satu buku Best Seller dan sudah naik di layar lebar.



Ada kabar gembira buat Anda yang ingin belajar menulis kepada mereka berdua. Sekarang ada kelas Novel Online bersama Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa yang akan dilaksanakan pada 
23 November 2017 secara online di Telegram selama 4 hari
Jika Anda belum punya aplikasinya, bisa diinstall dulu pakai playstore. 

Kalau Anda join kelas ini, Anda bisa dapatkan ilmu yang luar biasa, seperti :


  1. Rahasia membuat karakter yang keren
  2. Rahasia membuat plot yang digunakan para penulis fiksi nasional
  3. Rahasia membuat setting yang elegan



Ada lagi informasi menarik jika Anda daftar kelas ini. Dapatkan juga bonus-bonus menarik yang akan membuat Anda lebih yakin untuk segera daftar. Ini dia bonus-bonusnya:

Video Tutorial Menulis Artikel Traveling

Dengan tutorial Ini, perjalanan sederhana Anda akan lebih bermakna karena pada setiap detilnya akan berubah menjadi tulisan traveling yang menyenangkan.

Video Tutorial 10 Teknik Menulis Cerpen

10 langkah teknik dalam menulis cerpen ini akan memberikan gambaran kepada Anda betapa mudahnya membuat sebuah cerpen. Dengan panduan ini, menulis cerpen akan lebih kece.

Video Tutorial Membuat Karakter Tokoh Dalam Novel

Tutorial menggunakan form khusus karakter Tokoh ini membuat karakter tokoh dalam novel Anda lebih mudah untuk dihidupkan.

Investasinya cuma Rp 399.000, -

Ini investasi paling hemat. Sebab biasanya kelas semacam ini dibandrol minimal Rp 1Juta. Tapi, agar ilmu mereka yang luar biasa ini bisa tersebar luas, maka ada harga spesial buat Anda. Anda cukup keluar investasi Rp 199.000,- sudah bisa daftar kelas Novel Online ini. Harga promo ini berlaku sampai 9 November 2017.

Siapa cepat dia dapat


Seperti kelas-kelas sebelumnya, kelas Novel ini cepat terpenuhi quotanya hanya dengan hitungan hari. Jika Anda tidak daftar sekarang, saya khawatir Anda sudah tidak kebagian tempat. "Siapa cepat dia dapat", Istilah ini pasti sudah sering Anda dengar dan paham artinya.



Jangan sampai menyesal karena jika Anda menunda atau menunggu, bisa jadi quotanya penuh saat Anda daftar, dan pasti harganya akan semakin mahal. Sebab kalau daftar sekarang, cuma Rp 199.000,- saja.

Jadi, mau daftar hari ini atau besok?


Jumpa Penulis Nasional

Jumpa Penulis Nasional di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Tidak nyangka bisa lihat dan dapatkan ilmu langsung dari para penulis nasional terbaik.

Tidak nyangka juga, saya jadi bagian dari tim penyelenggaranya. Masya Allah. Allah selalu beri jalan buat mewujudkan sebuah cita-cita saya yang belum pernah tercapai sebelumnya.

1000 lebih penulis telah berikrar bersama. 1000 penulis, bukan hanya dari nusantara saja, tetapi ternyata ada yang berasal dari negara tetangga.
Jumpa Penulis Nasional di Taman Ismail Marzuki Jakarta

Dalam acara tersebut menghadirkan 7 penulis buku Best Seller Nasional yang sudah punya banyak jam terbang. Jadi beruntung buat yang bisa hadir sebab jarang ada kesempatan seperti ini.

Baik, inilah mereka, orang-orang yang sudah menginspirasi di Jumpa Penulis Nasional. Mungkin Anda sudah mengenalnya, tidak usah lanjut bacanya.

Asma Nadia, sejak kecil sudah biasa nulis, mulai dari nulis cerpen dan puisi untuk mengisi media sekolah.

Dia sempat kuliah di IPB. Namun di saat padatnya kesibukan kuliah, Asma Nadia sakit sehingga harus beristirahat dan tidak bisa menamatkan kuliahnya.

Meskipun sakit Asma tidak hilang semangat menulisnya. Orang-orang yang menyayanginya, kerabat dan sahabat senantiasa memberikan dorongan kepada dia untuk tetap semangat menulis.

Asma aktif mengirimkan karya-karyanya ke media massa. Bukan hanya fiksi yang dia tulis, tetapi dia pun menulis puisi, lirik lagu dan lainnya.

Berbagai penghargaan diraihnya.
Keliling dunia, sekitar 59 negara pernah dia kunjungi dengan wasilah menulisnya. Diundang ke beberapa negara sebagai bintang tamu untuk memberikan seminar yang diselenggarakan oleh KBRI.

Mendirikan Forum Lingkar Pena
Mendirikan ratusan Rumah Baca yang sudah tersebar di nusantara
Mendirikan penerbitan buku sendiri

Beberapa novelnya sudah difilmkan dan banyak menginspirasi banyak orang.

Sekarang Asma telah menulis novel yang ke-54. Novel paling tebal yang pernah dia tulis dengan judul "Bidadari untuk Dewa" klik bidadariuntukdewa.com yang telah  dilauching dalam acara Jumpa Penulis di Taman Ismail Marzuki Jakarta 15 Oktober 2017

Jadi ingat film India kalau dengar nama novelis ini. Tere Liye. Itu nama penanya, kalau nama aslinya ya Darwis.

Pria kelahiran Sumatera Selatan ini sudah banyak nulis novel. Sudah difilmkan di layar lebar juga. Seperti Hafalan Shalat Delisa yang populer beberapa tahun lalu.

Judul novel lainnya Rindu, Pulang, Bulan, Hujan. Cuma gitu doang tapi Best Seller 😁

Orangnya dikenal santai banget. Suka pakai kaos oblong, sweater, kupluk, dan sepatu kets. Pernah saat diundang talkshow, dia pakai sandal jepit.

Sebagai sastrawan punya ciri khas tersendiri. Dari penampilan sampai kepiawaiannya dalam merangkai kata. Sampai-sampai hampir tiap hari bermunculan status di media sosial pakai quote dari novelnya.

Bang Fai, lengkapnya Ahmad Rifai Rifan. Lahir di Lamongan, Sekolah di Lamongan, kuliah di Surabaya, dan pernah bekerja sebagai Engineer. Sekarang berwirausaha, nulis, ngisi seminar.

Penulis muda yang buku-bukunya best seller, seperti, Man Shabara Zhafira; Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk; God, I Miss You, dll. Di usia 25 tahun sudah 40 buku dan 27 tahun sudah 50 buku yang ditulisnya.
Rifa'i menulis buku dalam waktu 1-2 minggu saja, itu juga sambil kerja siangnya. Bahkan pernah menulis buku cuma dalam waktu 3 hari, dan itu best seller.

Keren banget 😱

Masih muda sudah jadi miliarder. Apalagi sekarang, sudah banyak yang terinspirasi dengan perjalanan hidupnya. Di bawah usia 30 tahun sudah kaya.

Tentu tidak instan untuk bisa seperti itu. Ada suka dan duka di setiap langkah perjalanan.

Dewa Eka Prayoga, nama yang tidak asing lagi di kalangan pengusaha.

Dia anak tunggal yang yatim sejak kecil. Dibesarkan oleh Ibu yang selalu menyayanginya.

Tekanan ekonomi membuat dia lebih dewasa. Disiplin membuatnya kaya di usia muda. Pernah terlilit hutang ratusan juta. Itu sudah lunas.

Tapi ada ujian selanjutnya. Dewa kembali terlilit hutang mencapai 8 miliar di usia 18 hari pernikahannya. Cacian, cemoohan, hadir bukan hanya dari luar, tetapi dari keluarga sendiri. Ini mengancam mereka berpisah mengingat usia pernikahannya yang masih baru.

Tapi pertolongan Allah, megaruniakannya seorang bidadari yang selalu setia menemani. Dia selalu meyakinkan suaminya bahwa ujian ini bisa mereka lewati, atas izin Allah.

Dewa meyakinkan keluarga dan orang yang selalu menagih hutang padanya bahwa dia pasti melunasinya.

Di saat dia dalam titik nadzir, ujian lainnya pun hadir. Pernah Dirawat di ICU dan divonis dokter bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.

Namun keyakinan yang tertanam baik di hatinya bahwa rencana Allah itu selalu indah. Segalanya akan indah pada waktunya.

"Dulu Saya pernah bangkrut, hampir 8 miliar, 18 hari pasca nikah, rentan pisah, hampir saja. Love u Wiwin Supiyah 😘", Ujar dia dalam channel telegramnya

Dewa Eka Prayoga dan bidadarinya, Wiwin Supiyah berjuang dengan penuh keyakinan dan kesabaran. Meyakini bahwa ini adalah tanda kasih sayang Allah kepada mereka.

Keyakinan dan kesabaran menjalani ujian berat dalam perjalanan hidupnya, kini telah berubah, berbuah kesuksesan dan kebahagiaan.

Kisahnya telah banyak menginspirasi banyak orang yang ingin berjuang untuk keluarganya. Menginspirasi mereka yang ingin memperbaiki nasibnya menjadi lebih baik.

Tendi Murti, penulis buku Best Seller Nasional, Bukan Sekedar Nulis, Pastikan Best Seller". Dia ingin menelurkan 1000 penulis muda lewat KMOIndonesia. Nyatanya sekarang malah lebih dari 1000 penulis dalam waktu kurang dari 3 tahun, sudah menjadi alumninya.

Tendi, sebagai penulis sukses, Mau-maunya membeberkan ilmu dan rahasia kepenulisannya secara cuma-cuma. Pantas saja, banyak penulis yang terinspirasi dan penulis baru, lahir setiap hari.

Hidup sederhana, sudah biasa. Sejak kecil, Helvy Tiana Rosa diajarkan untuk hidup bersahaja oleh kedua orang tuanya.

Kebiasaan membaca sudah ditanamkan sejak kanak-kanak. Sebagaimana ditanamkan pula kepada kedua adiknya, Asma Nadia, dan Aeron Tomino.

Saat usia SD, Helvy sering berkunjung ke tempat persewaan buku, hanya melihat-lihat judul dan jenis-jenis buku.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Helvy tidak menyerah. Dia mampu mengumpulkan buku-buku hasil tabungannya yang kemudian disewakan kepada teman-temannya. Hobi membaca ini dia tularkan pula kepada adiknya.

Bukan hanya membaca, dia juga aktif menulis puisi dan cerpen lalu mengirimkan ke redaksi majalah anak. Benar saja, tak ada perjuangan yang sia-sia, karya Helvy banyak dimuat di majalah anak-anak yang kemudian semakin menyemangatinya untuk terus menulis dan memberikan contoh bagi adik-adiknya.

Sudah banyak prestasi yang telah Helvy raih. Puluhan penghargaan telah dia dapatkan, mulai dari tingkat nasional hingga internasional.

Helvy mengaku bahwa bakat adalah bonus yang diberikan oleh Allah, tinggal bagaimana individu tersebut mengasah dan melatih bakatnya.

Banyak tulisannya yang telah menginspirasi masyarakat. Diantara karyanya yaitu novel "Ketika Mas Gagah Pergi" yang menjadi salah satu buku Best Seller dan sudah naik di layar lebar.

Yang suka bisnis, nama yang satu ini pasti tahu. Ippho Santosa. Dia seorang pengusaha, penulis, dan trainer internasional. Dia dikenal publik sebagai pakar otak kanan, penulis buku mega-bestseller yang memenangkan penghargaan MURI.

Buku-bukunya menjadi wajib dibaca oleh para wirausahawan. Sangat cocok dibaca

Salah satu karyanya yang sangat fenomenal adalah buku 7 Keajaiban Rezeki. Buku tersebut sangat mencerahkan dan memotivasi banyak orang.

Dia selalu memberikan motivasi agar menjadi muslim yang kaya dan kuat dengan mengedepankan aspek spiritual, seperti sedekah, berbakti kepada orang tua, menikah, tidak dengki, iri, dendam, dan lain-lain.

Gara-gara Ini Isteriku Resign

Sembilan bulan usia anak dalam kandungan. Artinya hari perkiraan lahir semakin mendekat. Kelahiran anak pertama yang dirindukan segera tiba.

Mungkin ini pengalaman pertama, banyak kekhawatiran dari diri kami. Nanti lahirannya dimana. Ngurus bayi itu bagaimana. Apa saja yang harus dilakukan sebelum dan sesudah kelahiran.

Banyak bertanya kepada keluarga yang sudah berpengalaman. Karena tempat tinggal kami jauh dari orang tua. Jadi kami harus siapkan segala sesuatu yang mungkin dibutuhkan.
Gara-gara Ini Isteriku Resign

RESIGN Jadi Pilihan

Apa yang harus dilakukan sebelum kelahiran? Seperti yang lain, saat jadi karyawan tentu mengambil cuti melahirkan. Buat isteri saya cutinya tidak tanggung-tanggung, cuti selamanya.

Prinsipnya, tidak ingin anak kami diasuh oleh orang lain. Wajar, kami jauh dari orang tua dan kedua orang tua isteri sudah lama dipanggil Allah Ta'ala. Oleh sebab itu Resign jadi pilihan.

Ingin Jadi Madrasah Pertama Buat Anak

Cita-cita isteri saya sungguh mulia. Diawali dengan resign dari dunia karyawan kini lebih leluasa dekat dengan buah hati kami. Ya, tidak ingin tangan lain yang lebih dulu menyentuh hati anak kami. Karena orang tua adalah madrasah pertama untuk buah hati.

Isteriku ingin anak kami nyaman dengan ayah ibunya. Ingin anak kami dekat dengan orang tuanya, bukan orang lain. Dia ingin fokus mendidik anak kami dan fokus mengatur urusan rumah tangga.

Ingin Lebih Dekat dengan Keluarga

Setelah dekat dengan keluarga kecil, maka dekat dengan keluarga besar jadi mungkin. Tapi ternyata ini masih belum terjadi. Wajar, karena kendala jarak. Kalau ingin berkunjung ke keluarga besar maka harus minta cuti ke yayasan. Saya kan masih jadi karyawan. hehe.

Oleh karena itu berarti dekat dengan keluarga masih bergantung kepada saya sebagai supirnya. Nunggu liburan baru bisa berkunjung ke tempat ayah dan ibu saya di kampung. Satu semester sekali kami mudik memanfaatkan libur lebaran dan akhir tahun.

Rencananya saya mau resign juga, biar lebih leluasa dekat dengan mereka. Dekat dengan keluarga kecil dan keluarga besar. Maka saya dan isteri sedang membangun strategi, membuat usaha pengganti dari penghasilan bulanan jadi penghasilan harian.

Ingin Tetap Berpenghasilan Tanpa Keluar Rumah

Kami bangun usaha ini sejak 2013 akhir. Saat kami masih baru nikah. Bulan Oktober tanggal 28. Bisa dilihat di posting sebelumnya.

Mengisi waktu di rumah, tidak diam saat urusan rumah sudah tuntas. Isteri saya biasanya baca buku, browsing, update status, nulis artikel di blog, dan ikut arisan RT.

Alhamdulillah bisa berpenghasilan hanya modal status. Nyetatus tiap hari rekening banyak yang ngisi. Isteri saya tidak kerja di luar tapi bisa tetap berpenghasilan. Ini juga menjadi alasan isteri saya resign karena penghasilan tambahan dari statusnya bisa melebihi gaji dari kantor tempat saat dia dulu bekerja.

Beda Opini, Essay, Artikel

“Apa bedanya Opini, Esai, dan Artikel?” Pertanyaan tersebut seringkali muncul dari peserta pada saat saya mengisi pelatihan menulis. Pertanyaan sederhana tapi sulit untuk menjawabnya. Hal ini disebabkan tidak ada acuan yang ajeg mengenai perbedaan masing-masing istilah tersebut. Bahkan boleh dikatakan pengertiannya tidak jauh berbeda, baik opini, esai, maupun artikel.

Tapi yang jelas, masing-masing mempunyai ciri khas atau karakteristiknya sehingga kita bisa melabelinya bahwa itu tulisan opini, esai, atau artikel. Meskipun, bisa saja antara satu pembaca dengan pembaca lain berbeda pendapat, atau bahkan antar penulisnya sendiri bisa berbeda pendapatnya.

Sebelum kita membedakan ketiga model tulisan itu, kita harus ingat bahwa ketiganya adalah termasuk karangan nonfiksi, alias ditulis berdasarkan fakta. Jadi, apapun perbedaan masing-masing dari ketiga model tulis tersebut, pada dasarnya semuanya termasuk nonfiksi. Bahkan ada yang mengatakan semua tulisan nonfiksi adalah artikel. Opini dan esai adalah sama-sama artikel. Ini hal yang mesti selalu diingat, sehingga tidak perlu memusingkan perbedaannya. Jangan sampai, lantaran kesulitan membedakannya, Anda terus tidak mau menulis.
Beda Opini, Essay, Artikel

Baiklah, sekarang kita bahas satu per satu. Sebagaimana dikatakan di muka, bahwa secara definisi tulisan Opini, Esai, dan Artikel, itu sama, yakni pandangan, pendapat, atau anggapan seseorang terhadap suatu masalah. Jadi, semuanya berdasarkan interpretasi semata.

Secara definisi tulisan Opini, Esai, dan Artikel, itu sama, yakni pandangan, pendapat, atau anggapan seseorang terhadap suatu masalah. Jadi, semuanya berdasarkan interpretasi semata.

Hanya saja ciri khas atau karakternya dapat kita bedakan. Pada umumnya karakter tulisan Opini itu lugas. Hal yang diangkatnya pun masalah aktual (yang sedang hangat dibicarakan, baik lingkup daerah, nasional, maupun internasional). Biasanya tulisannya diawali dengan peristiwa yang sedang hangat tersebut. Oleh karena aktual, tulisannya pun berciri reaktif, sehingga pengulasan dan pembahasannya tidak begitu menyeluruh, alias membahas hal yang sedang terjadi tersebut.

Sedangkan esai karakternya bersifat reflektif-analitis, mengajak pembaca untuk merenung. Kalau esai di surat kabar penyajiannya kadang tidak sistematis (nonformal), suka-suka penulisnya. Kadang dibuka dengan kisah, puisi, atau kata-kata mutiara. Tulisannya pun tidak mesti sebuah respon atas peristiwa/permasalahan yang aktual. Kadang bisa juga membahas sejarah, tokoh, sastra, dll. Esai-esai yang begitu khas, misalnya, Emha Ainun Nadjib alias Emha atau Cak Nun, Goenawan Mohammad, J. Sumardianta, Muhidin M. Dahlan, dan A.S. Laksana. Lain halnya kalau dimuat di jurnal atau majalah-majalah ilmiah kampus atau lembaga pendidikan, esainya akan sistematis karena memang dituntut untuk formal.

Esai-esai yang begitu khas, misalnya, Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun, Goenawan Mohammad, J. Sumardianta, Muhidin M. Dahlan, dan A.S. Laksana

Adapun karakter artikel adalah cara menganalisisnya menggunakan teori-teori ilmiah dan disiplin ilmu penulisnya. Kalau esai mengajak pembaca merenung, maka artikel mengajak pembaca untuk memahami persoalan sembari mendedahkan solusinya.

Artikel biasanya identik dengan karya ilmiah semacam makalah atau laporan penelitian.  Sedangkan esai dan opini identik dengan tulisan-tulisan di surat kabar. Esai biasanya muncul di hari minggu, sedang opini munculnya dari senin sampai sabtu.

Suara Paling Merdu Bagi Pengusaha Online Shop

Berawal tahun 2013 lalu, pasca pernikahan saya dan isteri berbulan madu ke kampung halaman. Bulan madu ke kampung, itu namanya mudik. Tepatnya memanfaatkan waktu cuti yang diberikan oleh majikan. Kami kan orang gajian, pasti punya atasan. Kami berjalan di pagi berembun menyusuri danau. Naik rakit, menikmati sunset di balik perbukitan dan melihat ikan-ikan kelaparan seperti siap digoreng.

Salopa, nama tempat kelahiran isteri saya. panoramanya masih asri dan baru sedikit yang terkontaminasi oleh globalisasi. Kabut putih masih sering ada di pagi hari. Udara sejuk dan airnya seperti baru diambil dari freezer karena bersumber dari mata air peguningan. Udaranya seger, airnya seger, berrr. Sawah, perkebunan, dan hutan masih luas mengapit jalan raya. Bukit-bukit tinggi dan jurang-jurang dalam membuat suasana makin seram.

Di perjalanan pulang dari JJP (jalan-jalan pagi) saya berdiskusi tentang masa depan nanti. Pasti suatu saat kami tidak selamanya kerja ke orang lain, ada masanya berhenti dan harus beralih dari mendapat gaji ke memberi gaji. Lebih singkatnya, harus punya usaha sendiri. Kami siapkan nama-nama buat perusahaan kami kelak. Untuk mengingat kenangan ini, maka kami berikan nama Salova, plesetan dari nama tempat kelahiran isteri saya.
Suara Paling Merdu Bagi Pengusaha Online Shop

Meski masih dalam bentuk toko online, Salova sekarang sudah punya banyak agen dari berbagai kota di nusantara. Salova memproduksi accessories hijab, fokus produksi manset tangan dan handsock. Bisa di lihat di website kami

Salova.net


Tahukah Anda suara yang paling merdu buat kami itu apa? Bukan suara musik yang bergentayangan di zaman ini. Bukan pula nyanyian dari para biduan. Suara yang paling merdu bagi kami adalah ketika mulai membungkus paket-paket. Itulah suara lakban yang lengket pertanda transferan sudah masuk ke dompet.

Hampir tiap hari banyak yang order, sampai produksi keteteran. Kami cari banyak penjahit buat produksi supaya teratasi. Ternyata makin banyak lagi berdatangan reseller dan customer baru. Borong kodian, berkodi-kodi. Ada yang jemput ke rumah, ada pula yang dari luar kota dan luar pulau, ongkir ditanggung sendiri.

Pensiun di Usia Muda, Resign Saja

Pensiun berarti bebas dari tugas karena memang sudah berusia lanjut atau diberhentikan. Tapi ada pensiun yang atas kehendak sendiri, dikenal dengan pensiun muda. Bahasa kerennya "Resign".

Kalau bicara kata pensiun, di dalam alam bawah sadar mikirnya adalah dapat tunjangan. Enaknya. Enak kalau dapat tapi bagaimana kalau tidak dapat? Ya tetap dienak-enakin saja.

Dapat dana pensiun itu jika sudah mengabdi bertahun-tahun sampai tua. Tunjangannya didapatkan seumur hidup. Ini disebut passive income. Kalau pensiun mudah, mana dapat ya. Mundur sendiri, pemerintah tidak akan kasih.
Pensiun di Usia Muda, Resign Saja

Berbondong-bondong ikut tes ASN (Aparatur Sipil Negara) yang dulu dikenal dengan nama PNS (Pegawai Negeri Sipil). Alhamdulillah kalau sudah diterima. Lanjutkan ya. Buat yang belum dan ngebet ingin diterima jadi ASN ya harus pakai jalan darat. Tidak usah colek-colek orang dalam, kalau sudah rezekinya tidak akan kemana-mana.

Ujungnya dari semua itu tidak lain ingin dapat dana pensiun. Baru masuk sudah mau pensiun. Tidak bisa begitu. Ikut tes ASN, diterima, dilantik, harus terima resiko. Mengabdi jangan suka masukin amplop yang tidak jelas.

Yang lurus saja. Kalau mau cepat banyak harta, selama masa pengabdian hendaknya mau menyisihkan sebagian harta untuk investasi. Dirikan usaha sendiri. Banyak aparatur negara yang buka usaha. Buka warung, bertani, dan usaha lainnya, yang penting halal. Kalau mau pensiun muda, ya mudah jadinya, tidak usah nunggu tua.

Pensiun muda, tidak jadi masalah kalau sudah punya rencana matang. Usaha sudah terbang bebas. Sudah pakai remot atau sudah auto pilot. Kalau sudah begini, resign saja. Bisa banyak waktu untuk keluarga, berbakti kepada orang tua, bermasyarakat, nambah ilmu kemana saja. Bebas.

Itu kalau mau pensiun dan bermasa depan cerah. Kalau diputuskan resign tanpa rencana, sama saja dengan bunuh diri. Jika mau pensiun muda dan dapat passive income besar, mulai investasi dari sekarang. Investasi waktu, harta, dan pikiran. Tapi harus terus ingat kepada yang ciptakan kita supaya berkah selalu hidup kita.