Berhibur Tiada Saalahnya, Ada Juga yang Salah Berhibur Tiada Saalahnya, Ada Juga yang Salah - Pusat Semangat

Berhibur Tiada Saalahnya, Ada Juga yang Salah

Berhibur Tiada Saalahnya, Ada Juga yang Salah
Alhamdulillah, ash sholatu wassalaamu ‘ala rasulillah la nabiya ba’dah

Sungguh indah dunia yang Allah ciptakan. Setiap sudut penglihatan tampak berbagai bentuk dan warna yang mempesona. Langit begitu luas indah membentang, begitu pula samudera dengan ombaknya berduyun-duyun menyapu pantai dengan halus dan indah. Subhanallah, betapa Maha besar Allah telah menciptakan seluruh alam ini.

Tetapi itu semua telah dilupakan oleh sebagian umat manusia di zaman yang disebut modern ini. Lebih asyik berdendang daripada melantunkan kalam ilahi. Kelam sudah zaman ini bila tetap dalam kondisi seperti ini. Melupakan segala yang telah dianugerahkan oleh Allah. Tidak tanggung-tanggung Dia berikan kasih sayangnya kepada umat yang teristimewa, umat Baginda Rasulullah saw. Sungguh ironis bila masih tidak mengerti betapa dunia ini fana dan kelak segalanya akan dikembalikan kepada semula. Lihat di sekeliling kita bila masih belum mengerti bagaimana keadaan para generasi. Kesenangan saja yang dijadikan prioritas utama seperti berhibur diri berlebihan serta selalu berbangga akan harta benda dunianya. Rasulullah saw telah memperingatkan kepada kita bahwa,

"Nyanyian dan permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati, bagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku dalam genggaman-Nya, sesungguhnya Alquran dan dzikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan." (HR Ad-Dailami).

Sungguh tiada bermanfaat pekerjaan seperti itu, melainkan akan berdampak negative dalam diri kita. Kita telah menyatakan diri beriman maka sepantasnya kita perbaiki diri, melaksanakan perintah-perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya agar kita tidak dimasukkan kedalam kriteria orang-orang yang merugi di hari kemudian. Na’udzubillah…
Allah SWT berfirman: "Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan beramal shaleh. Dan saling menasihati dalam kebenaran serta saling menasihati dalam kesabaran." (QS Al-Ashr: 1-3).

Betapa indahnya jika kita saling memberi nasehat, mengarahkan saudara kita agar tidak tersesat. sungguh akan terasa manisnya keimanan bila setiap saat diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Maka beruntunglah jika kita senantiasa berbuat kebaikan dengan tidak menyia-nyiakan waktu yang tersedia ini secara maksimal untuk bekerja keras demi mendapatkan keridhaan dari yang Maha Rahmaan wa Rahiim.

Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna." (QS Al-Mu'minuun: 1-3).

Miris rasanya hati ini ketika dilontarkan pertanyaan kepada generasi muslim tentang siapa idola mereka. Jawaban mereka adalah artis-artis masakini yang lagi naik daun yang seketika akan padam pamornya karena kasus-kasus tertentu. Betapa tidak demikian. Telah Nampak didepan mata, generasi ini lebih senang mengikuti trend masakininya. Masakin. Ya, Masakin itu yang seharusnya menjadi istilah trend itu.

Masakin yang dalam bahasa arab berarti orang-orang belum kaya (Bukan kaya harta). Berarti pula masih perlu diupgrade lagi pemahamannya tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim. Itu dia masalahnya. Dari segi pakaian modenya kembali mendekati kepada zaman primitif. Katanya biar lebih leluasa bergerak. Seperti mau silat mungkin. Mending silat masih banyak manfaatnya daripada tebar pesona pamer aurat. Maka tidaklah salah bila tindakan amoral merajalela karena orang-orang masakin-i itu menolak segala bentuk peringatan dan nasehat betapa pentingnya menjaga aurat. Bagi yang sudah memahami dan mengamalkan komitmen keimanan, jangan lupakan mereka dengan kebencian. Rangkullah, raihlah jabatan tangan mereka. Saya yakin mereka menunggu kehadiran kita di sisi mereka untuk menjawab pertanyaan yang mungkin masih terasa berat untuk diungkap karena rasa malu dari sebagian mereka untuk memulai langkah apa saja agar mempermudah mereka meraih gelar seorang mu’min seutuhnya. Seandainya semua memahami bahwa:
"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya." (QS Al-Isra': 36).

Pastilah semua akan bersungguh-sungguh memaksimalkan sisa waktu hidup di dunia ini dengan segala sesuatu yang bermanfaat, bagi diri maupun lingkungan, sehingga tiada penyesalan-penyesalan ketika masa dikembalikan kepada Allah yang Maha pencipta.
.............Semoga bermanfaat..............
Wallahu a’lam bish showab

Maaf, minta sarannya donk! Maklum masih latihan............................

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel