Memang Belum Waktunya Memang Belum Waktunya - Pusat Semangat

Memang Belum Waktunya

Memang Belum Waktunya

Setiap orang pasti tidak pernah alergi setelah mendengarkan atau melihat kata yang satu ini. Ini adalah salah satu kata ajaib yang dapat membuat orang-orang punya impian macam-macam. ya, itu dia “Kaya”. Ada yang bilang, “Kalau aku kaya, aku mau pergi kemanapun aku suka”, “Kalau aku kaya, banyak duit aku mau beli rumah mewah, mobil mewah, jalan-jalan, shoping suka-suka”. Kaya, memang sangat identik dengan harta benda. Yang paling seru yaitu ucapan yang ketiga. Berikut ini adalah kisahnya. Selamat menikmati!

Ada dua orang bapak yang sudah akrab sekali mengadakan obrolan khas mereka. Ya pastinya di sini ngebahas DUIT. Bapak yang pertama berprofesi sebagai seorang guru SMA dan bapak yang kedua berprofesi sebagai seorang tukang becak. Bapak yang pertama bilang, “Kalau saya nemuin duit 100jt saya mau pergi haji, beli mobil, buka usaha baru, dan sebagiannya diinfakkan. Kalau kamu bagaimana” yang satu lagi,  “Kalau saya nemuin duit 100jt, saya mau ngarondang (merangkak) dari sini sampai rumah”.

Selang beberapa bulan bapak tukang becak lagi nyari penumpang sambil jalan-jalan pake becak andalannya yang baru dibersihkan di rumahnya. Entah mengapa dia tiba-tiba berhenti, ngeem mendadak. oOo rupanya ada bungkusan aneh yang barusan tergilas. Tukang becak mundurin sedikit becaknya, karena dia gak suka ngebut jadi sedikit saja mundurnya. Lalu dia ambil itu bungkusan dalam keresek hitam, di dalamnya ada kertas membungkus benda aneh. Penasaran, dia buka saja bungkusan tadi. Melotot matanya melihat banyak lembaran-lembaran merah di dalamnya. Melihat ke kanan kiri, dia bungkus rapi kembali benda itu dan langsung pulang. Belum selesai ceritanya.

Memang Belum Waktunya
Sesampai di rumah, dia minta diselimuti istrinya sambil menunjukkan benda tadi pada istrinya. Spontan istrinya mendadak panas dingin. Datanglah anaknya nanyain mereka. Aneh mungkin, kok sakitnya bisa kompak begitu. Setelah dia telusuri ternyata ada benda aneh di sisi mereka. Karena anaknya sudah ngerti masalah benda tadi (duit) jadi dia juga ikut ketularan deh. Untung anaknya yang satu lagi gak tau pokok masalahnya jadi gak perlu ketularan.

Jreng...jreng...jreng... datanglah soulmate dia nengok mereka yang kena penyakit aneh. Kompak sakitnya, sakeluarga. Entah darimana dia tahu mereka lagi sakit. “Kalian kenapa, kok sakit bisa kompak begini?” bapak tukang becak yang lagi meringkuk tadi langsung nunjukin bungkusa itu di dekatnya kepada sahabatnya sambil ngomong, “Haduh..ampun..ini digimanain?” sahabatnya sambil bercanda menenangkan mereka. “Oo ini masalahnya, (sambil menghitung duit). O ya, dulu kamu bilang kalau nemuin duit 100jt kamu mau ngarondang dari sini sampai ke rumahkan? Sekarang kamu sudah nemuin uang 100jt nih. Kamu Ngarondang belum?” dia menjawab “Belum.”  Sambil ngejek sedikit Ya sekarang ayo ngarondang bukannya ngeringkuk kayak gini...hehe. Jadi gak ya ngarondangnya? ^_^

Karena soulmatenya orang baik, jadi ngarondangnya didiskon dan duit itu diserahkan ke yang berwajib buat mengembalikan ke pemiliknya.

Dari kisah diatas menunjukkan bahwa kaya itu gak perlu tergesa-gesa. Buktinya waktu nemuin duit 100jt, dia langsung demam sekeluarga. Kalau kita gimana ya? Makanya kita harus terbiasa megang duit biar biasa kalau suatu saat diamanahi Allah megang duit besar. Agar lebih terbiasa, kita harus mau menyeringkan mengeluarkan dan memasukkan uang dari dompet. Jangan tanggung-tanggung ngeluarinnya dan juga gak bakal tanggung-tanggung uang itu kembali ke dompet dengan berlipat-lipat jumlahnya. Ya caranya dengan sedekah. Insya Allah. Cara ini sudah sering dipakai dan hasilnya sangat memuaskan dan nyata.  Terus juga keinginannya harus real, terjangkau oleh akal sehat. Apakah anda mau merangkak kalau dapat duit sebanyak itu? Ooo..tidak bisa...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel