Benarkah Engkau Mencintainya Benarkah Engkau Mencintainya - Pusat Semangat

Benarkah Engkau Mencintainya

Benarkah Engkau Mencintainya

Bismillah...

“Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya itu hampir ke Neraka. Selangkah seorang isteri keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga suaminya itu hampir ke Neraka.” (Ungkapan Berhikmah)

Ungkapan tersebut berdasakan pada hadits:

"Setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya. Imam a’zham (pemimpin negara) yang berkuasa atas manusia adalah ra’in dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Seorang lelaki/suami adalah ra’in bagi ahli bait (keluarga)nya dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Wanita/istri adalah ra’iyah terhadap ahli bait suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah ra’in terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya."
(HR. Al-Bukhari no. 5200, 7138 dan Muslim no. 4701 dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu 'anhuma)

Makna ra’in adalah seorang penjaga, yang diberi amanah, yang harus memegangi perkara yang dapat membaikkan amanah yang ada dalam penjagaannya. Ia dituntut untuk berlaku adil dan menunaikan perkara yang dapat memberi maslahat bagi apa yang diamanahkan kepadanya. (Al-Minhaj 12/417, Fathul Bari, 13/140)

Berdasarkan makna ra’in di atas, berarti setiap orang memegang amanah, bertindak sebagai penjaga, dan kelak ia akan ditanya tentang apa yang diamanahkan kepadanya. Seorang pemimpin manusia, sebagai kepala negara ataupun wilayah yang lebih kecil darinya, merupakan pemegang amanah dan bertanggung jawab terhadap kemaslahatan rakyatnya dan kelak ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Begitu pula seorang suami sebagai kepala rumah tangga, ia memegang amanah, sebagai penjaga serta pengatur bagi keluarganya dan kelak ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
Berikutnya seorang istri, selaku pendamping suami, ia memegang amanah sebagai pengatur urusan dalam rumah suaminya berikut anak-anak suaminya dan ia pun kelak akan ditanya tentang pengaturannya dan tentang anak-anaknya.

Ternyata bukan hanya ayah dan suami saja yang bisa masuk ke dalam neraka karena perempuan. Untuk lebih jelasnya, kita simak satu persatu:

1. Ayah
Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar solat, mengaji dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat maka dia akan ditarik oleh anaknya.

2. Suami
Apabila seorang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di masyarakat, berhias diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram, apabila suami berdiam diri walaupun dia seorang alim (solat terjaga, puasa rajin) maka dia akan ditarik oleh isterinya.

3. Kakak
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga kehormatan wanita jatuh kepada kakak-kakaknya. Jika mereka hanya mementing keluarganya saja dan adik perempuannya dibiarkan jauh dari ajaran Islam, tunggulah tarikan adiknya di Akhirat.

4. Anak Lelaki
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari Islam, maka anak itu akan ditanya dan dipertangungjawabkan di Akhirat kelak nantikan tarikan ibunya. Renungkanlah!!!

Wahai anak perempuan,
Tidakkah kau mengasihi ayahmu. Dia bekerja keras untuk memberi nafkah. Dia besarkan kau dengan sebaiknya. Dia korbankan lelahnya untuk besarkan kau. Mungkin juga ayah tidak menekankan kau dengan ajaran agama tetapi tidak maukah kau berubah untuk selamatkan ayahmu di Neraka. Dia juga bukan ahli maksum tanpa dosa tetapi dia juga melakukan dosa. Malahan dia tidak sendiri tidak dapat menampung dosanya yang ada.

“Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya itu hampir ke Neraka. Selangkah seorang isteri keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga suaminya itu hampir ke Neraka.”

Haruskah kau menyalahkan ayah semata-mata karena dia tidak memberi penekanan yang tegas kepadamu sebagai seorang perempuan? Adakah kau tidak menyayangi ayahmu? Sanggupkah kau biarkan ayahmu masuk Neraka HANYA KARENAMU? Mengapa tidak mau kau sendiri yang berubah karena kau ingin menjauhkan ayah dari Neraka?
Bila kau tak pedulikan itu, sungguh kau SANGAT KEJAM jika kau sengaja biarkan ayahmu ditarik ke dalam Neraka. Dia ayahmu, dia ayahmu, dia ayahmu. Selangkah ayahmu ingin masuk ke Syurga kau tarik dia ke Neraka. Selangkah lagi ayah menuju ke Syurga kau tarik dia ke Neraka. Kasihanilah ayahmu.
Tidakkah kau sayang dan kasihkan ayahmu??
Sanggupkah kau biarkan ayah di Neraka sendirian HANYA KARENAMU??

Wahai isteri,
Suamimu adalah lelaki yang kau cintai. Dia adalah suami yang telah menikahimu. Dialah yang memberimu nafkah, mendidik anak-anak. Dialah yang bersamamu ketika kau susah. Dialah yang memberi kegembiraan ke dalam dirimu ketika kau sedih. Dialah penentram jiwa untuk tabah dan sabar ketika dalam kesusahan. Dia bekerja bekerja keras mencari nafkah untukmu dan anak-anakmu.
Sanggupkah kau membiarkan dia ditarik ke Neraka HANYA KARENAMU??
Sanggupkah kau biarkan suami yang kau cintai ke Neraka HANYA KARENAMU??
Sungguh walaupun dia membiarkanmu, namun tidak maukah kau berubah untuk menjaganya daripada ditarik ke Neraka di Akhirat kelak?? Dia sendiri tidak mampu menampung dosanya, apatah lagi dosamu. Tidakkah kau merasa bersalah, setiap kali kau melangkah keluar dengan penutup aurat yang kurang, kau telah MENAMBAH dosanya untuk dapatkan tiket ke Neraka.

Wahai adik perempuan,
Kakakmu adalah lelaki yang akan menggantikan ayahmu. Dialah yang akan menjadi pengganti ayahmu mencari nafkah untuk keluarga. Dialah yang akan bersusah payah mencari nafkah. Dia adalah tempat untuk kau mengadu masalah yang pernah kau adukan pada ayah pada suatu masa dahulu. Tetapi apabila ayah tiada, dialah yang menjadi penggantinya.
Sanggupkah kau biarkan kakak yang menggantikan ayah mencari nafkah untukmu ditarik ke Neraka HANYA KARENAMU??
Sanggupkah kau biarkan kakak yang memanjakanmu ditarik ke Neraka HANYA KARENAMU??
Sanggupkah kau biarkan kakak yang menjadi tempat kau mengadu ditarik ke Neraka HANYA KARENAMU??
Sungguh biarpun kakak diam dan tidak menegur perilaku dirimu, namun tidak maukah kau berubah untuk menjaganya daripada ditarik ke Neraka di Akhirat kelak?? Dia sendiri tidak mampu menampung dosanya, apatah lagi dosamu. Tidakkah kau merasa bersalah, setiap kali kau melangkah keluar dengan penutup aurat yang kurang, kau telah MENAMBAH dosanya untuk mendapat tiket ke Neraka?


Wahai ibu,
Anak lelakimu adalah darah dagingmu. Ibu pasti sayang anak lelakimu karena dialah darah dagingmu yang kau lahirkan, yang kau belai ketika kecil, yang kau suapkan makanan, yang kau berikan keperluan ketika dia perlukan. Ibu, dia anakmu. Ibu pasti sayang padanya dengan perasaan sangat dalam.
Sanggupkah kau biarkan anak lelakimu yang merupakan anakmu yang sangat disayangi ditarik ke Neraka HANYA KARENAMU??
Sanggupkah kau biarkan anak lelaki yang kau lahirkan, suapkan makan dan diberikan keperluannya, ditarik ke Neraka HANYA KARENAMU??
Sungguh biarpun dia diam dan tidak menegur perilaku dirimu, namun tidak maukah kau berubah untuk menjaganya daripada ditarik ke Neraka di Akhirat kelak?? Dia sendiri tidak mampu menampung dosanya, apatah lagi dosamu. Tidakkah kau merasa bersalah, setiap kali kau melangkah keluar dengan penutup aurat yang kurang, kau telah MENAMBAH dosanya untuk dia dapatkan tiket ke Neraka.

Sanggupkah kau membiarkan mereka ditarik ke Neraka HANYA KARENAMU?? wahai perempuan? Mengapa tidak berubah, berusaha menjadi muslimah sejati agar mereka dapat diselamatkan daripada ditarik ke Neraka.

Jadilah kalian muslimah sejati agar 4 golongan lelaki ini tidak menjadi mangsa tarikanmu ke Neraka HANYA KARENAMU, PEREMPUAN. Mereka bukanlah ahli maksum yang terpelihara daripada dosa tetapi mereka juga melakukan dosa. Namun jika dosa mereka tidak mampu mereka tampung, apatah lagi, menampung dosa mu.

Allahu A'lam

Semoga bermanfaat


Jangan lewatkan sajian menarik lainnya ya^^


0 Response to "Benarkah Engkau Mencintainya"

Post a Comment

Ada Pertanyaan atau Komentar?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel