Cara Mudah Merintis Usaha Cara Mudah Merintis Usaha - Pusat Semangat

Cara Mudah Merintis Usaha

Cara Mudah Merintis Usaha
Ini berawal ketika saya memulai hidup baru bersama istri saya. Saya bersama istri melakukan sebuah perjalanan ke kampung halaman istri. Kami bermalam untuk satu minggu saja. Mengisi waktu berdua menikmati pemandangan yang masih asri dan indah di sana.

Di suatu pagi saat hari pertama, kami keluar rumah dengan tak lupa memberi tahu orang tua kami terlebih dahulu agar lebih tenang. Kami berjalan bersama menuju sebuah danau. Kami melewati sebuah jembatan tali. Di ujungnya ada sebuah perahu kecil untuk menyebrang. Kami mencoba menaikinya. Kami pun mulai menuju ke tengah danau. Indahnya bukan main. Ini pertama kalinya saya berjalan dengan seorang bidadari.

Sepulang dari sana, kami melewati jalan raya. Sepanjang jalan kami berdiskusi tentang masa depan. Enaknya apa ya kalau sudah nikah... Terbayang nasehat dari orang tuaku bahwa usaha itu tidak boleh hanya satu cabang saja. Saya dinasehati agar memiliki usaha lainnya. Ya, saat itu saya mengajar di sebuah SMP swasta, bergaji tetap dan ada lebihnya untuk ditabung.

Dari situ saya berpikir, kalau ditabung uangnya tetap tidak akan bertambah jumlahnya. Maka kami putuskan untuk membangun sebuah usaha. Kebetulan istri saya suka jualan maka kami pun sepakat untuk membangun usaha. Kami memulai usaha menjual pakaian busana muslim. Namun setelah dibayangkan lebih dalam bahwa usaha kami harus punya nama juga.

Sepanjang jalan kami melihat toko-toko karena memang sepanjang jalan raya menuju pulang itu banyak berjajar toko. Tak lama kemudian inspirasipun datang. Tempat kami berada saat itulah yang menjadi inspirasi. Sekalian untuk mengenang masa indah tersebut maka nama usaha kami hampir sama dengan tempat tersebut (cuma beda satu konsonan). Ya namanya adalah Salova yang awalnya dari Salopa, sebuah kota yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya.

Setelah beberapa bulan kemudian, alhamdulillah usaha kami semakin berkembang hingga sekarang. Apalagi bulan Ramadhan, kami kebanjiran omzet. Sampai berencana mengangkat karyawan. Tapi yah sepertinya tidak usah karena selama bulan itu saya dan istri libur. Sambil mengisi libur sambil mengembangkan usaha.

Pengalaman kami yang masih amatir membuat kami kewalahan. Tapi cukuplah untuk menjadi batu loncatan bagi kami. Sehingga kesuksesan tersebut akan terus menjadi motivasi bagi kami.

Demikianlah dari saya semoga bisa membangkitkan motivasi dan menginspirasi. Terimakasih atas kunjungannya. Baca inspirasi dan motivasi lainnya di sini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel