Wajib Menyegerakan Berbuka Puasa Wajib Menyegerakan Berbuka Puasa - Pusat Semangat

Wajib Menyegerakan Berbuka Puasa

Puasa (Shiyam) menurut ilmu syar'i adalah beribadah kepada Allah swt dengan menahan diri dari makan dan minum serta seluruh yang membatalkannya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

bulan ramadhan sangat dinantikan oleh umat Islam. Umat islam bersabar menahan dirinya dari hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan perbutan-perbuatan yang dapat merusak puasa dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari yang mendidik mereka untuk bisa mengendalikan hawa nafsunya.

Namun umat Islam tidak dianjurkan untuk terus berpuasa. Maksudnya puasa hingga melewati waktu berbuka menurut syariat yaitu puasa menunggu waktu Isya, sampai tengah malam, atau menyambungnya dengan hari-hari berikutnya dengan alasan masih kuat dan ingin mendapatkan pahala yang lebih. Jika ini terjadi maka yang melakukan puasa seperti ini berarti telah menzalimi dirinya karena mengesampingkan hak tubuhnya dan bukan pahala yang didapatkannya melainkan dosa.

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” 
(HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 109).

Berdasarkan dalil di atas, Rasulullah saw mengisyaratkan kepada kita agar menyegerakan berbuka karena dengan berbuka kita telah berbuat baik terutama berbuat kebaikan kepada diri kita sendiri. Apabila tidak menyegerakan berbuka maka yang dilakukannya adalah bukan kebaikan tetapi dosa.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum menunaikan shalat Maghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan. Sebagaimana Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan ruthob (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob, maka beliau berbuka dengan tamer (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3: 164. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Jadi jangan ditunda-tunda untuk berbuka puasa ketika waktunya tiba agar bisa mendapatkan kebaikan dari puasa tersebut. Tentunya pahala yang akan didapatkan, bukan dosa yang diancamkan.

0 Response to "Wajib Menyegerakan Berbuka Puasa"

Post a Comment

Ada Pertanyaan atau Komentar?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel