Akidah Bukan Masalah Sepele Akidah Bukan Masalah Sepele - Pusat Semangat

Akidah Bukan Masalah Sepele

Islam sebagai dien yang mengatur segala pola hidup umat. Ialah nafas kehidupan bagi setiap langkah kita. Tak sembarang diperintahkan ini dan itu untuk mengamalkan ajarannya. Allah sendiri memberikan Islam ini dan Allah subhanahu wa ta'ala (swt) juga
menurunkan al-quran beserta contoh seoang manusia biasa yang mampu mengamalkan dan mengajarkan al-quran tersebut kepada kita semua. Dia adalah Rasulullah shalallohu 'alaihi wa sallam (saw). Hasilnya, belau, Muhammad saw menjadi satu-satunya manusia paling sukses di dunia ini. Bukan hanya itu, di seluruh alam raya ciptaan Allah ini, beliau juga menjadi mahluk yang paling sukses. Subhanallah.
Akidah Bukan Masalah Sepele

Yang membawa Nabi Muhammad saw sukses sangatlah sederhana. Yaitu hanya mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah saja dan mengakui bahwa beliau adalah utusan Allah. Namun ajakan sesederhana ini ditolak oleh kaumnya sendiri. Penolakan ini tidak lain dilatarbelakangi oleh faktor kepentingan politik dan ekonomi. Para bangsawan dan penguasa menolak pernyataan ini, kecuali mereka yang telah diberikan petunjuk. Mereka berdalih bahwa semua ibadah yang dilakukan saat itu merupakan peninggalan nenek moyang. Apabila ditinggalkan maka akan terjadi malapetaka. Padahal mereka mengambil keuntungan yang besar dari para penziarah dari berbagai belahan dunia, padahal yang dipercayai mereka telah dinodai sejak lama.

Saat itu masih perendahan terhadap kaum wanita. Wanita menjadi sesuatu yang tidak ada harganya. Wanita dianggap pembawa sial dan aib. Wanita dianggap mahluk kotor karena setiap bulannya mengeluarkan darah. Sampai-sampai rela mengubur anak perempuannya sendiri. Istilah sekarang adalah krisis emansiasi wanita. Astaghfirullah.

Perbudakan pun masih terjadi. Penjualan manusia seperti menjual binatang peliharaan. Apabila menikah harus dengan orang yang setara kelasnya. Meski sudah dimerdekakan, statusnya tidak berubah dan tetap direndahkan. Tiba-tiba muncul kepercayaan yang dibawa oleh Muhammad saw yang bisa merugikan kepentingan mereka. Mereka langsung menolak ajaran yang sederhana itu karena ajaran Nabi saw meninggikan derajat manusia. Jadi HAM dan emansipasi wanita sudah diperjuangkan oleh Islam sejak dulu. Itulah alasan zaman itu disebut sebagai zaman jahiliyah. Bukan karena bodoh karena ilmunya melainkan karena mereka telah menolak kebenaran.

Islam aturan hidup dari Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad untuk diajarkan kepada seluruh mahluk. Tentunya yang dibawa oleh Nabi adalah Islam yang musni. Tidak ada bentuk kesyirikan sedikitpun. Namun setelah beliau wafat, bergejolaklah pertentangan menolak dan menodai ajaran yang murni ini. Sampai ada yang mengaku sebagai nabi. Sungguh itu sangat jauh dari ajaran Rasul saw.

Pertentangan tersebut dengan tegas diberantas oleh para shahabat beliau yang meneruskan kepemimpinan beliau. Mereka adalah Abu Bakar radhiyallahu 'anhu (ra) sebagai khulafaurrasyidin pertama, Umar ra, Utsman ra, Ali ra, hingga para generasi setelah mereka yang berpegang teguh terhadap kemurnian ajaran Islam. Mereka yang mengikuti Islam dengan benar sampai akhir zaman. Mereka akan berusaha menjaga kemurnian Islam tersebut. Mereka tidak akan pernah mengakui kebathilan karena mereka hanya akan ikuti kebenaran.


Dahulu Rasulullah diajak berunding agar mau mengikuti kepercayaan nenek moyang mereka. Namun beliau tidak ingin mengakuinya walau sepatah kata pun. Walau hanya ucapan sepele, beliau tetap memperjuangkan agar tidak pernah mengakui kebathilan yang mereka tawarkan.

Sahabat beliau seperti keluarga Yasir ra. Keluarga ini dari kaum budak yang kemudian menjadi muslim. Namun oleh tuannya, mereka disiksa sampai ajalnya datang. Padahal syarat bebas dari siksaan mereka cukup mudah yaitu mengucapkan nama-nama dewa mereka. Cukup sederhana mengucapkannya namun keluarga ini tidak bergeming sedikitpun. Sampai disebutkan bahwa Yasir dan Istrinya menjadi penghuni surga.

Lalu bagaimana dengan budaya ikut-ikutan atau taklid buta seperti realita yang sedang terjadi sekarang ini. Seperti orang yang hamil 4 bulan harus dibuatkan ketupat, 7 bulan harus dikidung dan dimandikan di depan orang banyak. Sudah lahir harus ada acara ngubur ari-ari. Setelah empat puluh hari ada lagi acara

0 Response to "Akidah Bukan Masalah Sepele"

Post a Comment

Ada Pertanyaan atau Komentar?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel