Dulu Bermanja-manja ke Ayah, Sekarang Bermanja-manja ke Suami Dulu Bermanja-manja ke Ayah, Sekarang Bermanja-manja ke Suami - Pusat Semangat

Dulu Bermanja-manja ke Ayah, Sekarang Bermanja-manja ke Suami

Dulu Bermanja-manja ke Ayah, Sekarang Bermanja-manja ke Suami. Gak selamanya kita kecil terus. Ada waktunya tumbuh besar dan menjadi dewasa. Anda juga pasti merasakan perubahannya. Seperti tiba-tiba tangan yang mungil berubah menjadi kasar bahkan jadi keriput.

Saat kecil kita minta gendong ke ayah. Minta di gendong ke mana-mana padahal udah bisa jalan sendiri. Kita masih bermanja-manja dengan ayah. Kita makan dikejar-kejar ibu. Kalau nangis langsung dipeluk.

Ketika sakit, ayah dan ibu gak kemana-mana. Mereka menunggui kita yang lagi berbaring di kasur. Coba Anda perhatikan wajah mereka saat itu. Wajah cemas penuh kasih memandangi seorang anak yang hilang keceriaannya karen lagi sakit.

Dulu Bermanja-manja ke Ayah, Sekarang Bermanja-manja ke Suami


Mereka terkadang lembur dan terpaksa bangun kalau mendengar kita nangis malam-malam. Ini terjadi waktu masih bayi. Ibu dan ayah harus lembur. Ibu lembur menyusui anak dan ayah menjaga ibu dan Anda.

Memang kalau kita nangis malam-malam berisiknya bukan main. Membuat yang tidur jadi harus ikut nangis. Ikut bangun maksud saya. Ya pasti, telinganya mendengar tangisan merdu Anda yang mampu memecah sunyi.

Tapi yang namanya orangtua, mereka sabar ngurusi kita. Mereka biarkan kita bermanja-manja. Kapan lagi waktu bermanja ke orangtua, khususnya ke ayah kalau bukan ketika sebelum nikah. Kalau sudah nikah ya harus pundah bermanja-manjanya ke suami. Itu kalau perempuan, gimana kalau laki-laki?

Lelaki manja itu gak boleh sebab karakter lelaki harus tangguh. Laki-laki adalah tempat bermanja-manja para istri dan anaknya. Laki-laki boleh bermanja-manja ke istri. Silakan saja, sudah halal. Mau bermanja-manja ke ibu atau ayah juga boleh. Ini akan menjaga keharmonisan antar orangtua dengan anak, atar suami istri. Tidak mungkin bermanja-manja ke tetangga. Bakal error nantinya.

Manfaatkan saja waktu luang yang Anda punya untuk bermanja-manja bersama keluarga.

0 Response to "Dulu Bermanja-manja ke Ayah, Sekarang Bermanja-manja ke Suami"

Post a Comment

Ada Pertanyaan atau Komentar?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel