Novel Durma karya Mba Ririm Novel Durma karya Mba Ririm - Pusat Semangat

Novel Durma karya Mba Ririm

Novel Durma karya Mba Ririm

 

Sinopsis Novel Durma karya Mba Ririm

“Jarak telah membuat ruang, yang seringkali menciptakan sepi”
Kisah seorang bocah perempuan bernama Hayu Lintang Kinasih.
Saat masih berusia 5 tahun, tiba-tiba harus hidup terpisah dari sang ibu dan tinggal di Lereng Merapi akibat kedua orang tuanya bercerai.
Halimun, dingin dan basah telah menemani Hayu tumbuh menjadi kembang desa.
Gadis yang begitu mencintai kebudayaan jawa, terutama tarian, dihadapkan pada takdir hidup yang tidak mudah.
Lantas tembang kehidupan seperti apa yang dijalani Sang Kembang Desa? Berhasilkah dia melalui cerita hidupnya dengan baik?

Yuk Mulai Baca Episode 1

Episode lainnya ada di bawah

Detail Novel Durma karya Mba Ririm

Judul : Durma
Sub Judul : Tembang kehidupan sang bunga desa
Penulis : R. Wind
Ukuran buku : 14×20.5 cm
Berat buku : 600gram
Halaman = -+608

Novel Durma Mba Ririm KMO Indonesia

Daftar isi novel Durma

1. Senja
2. Perselisihan
3. Kembang Desa
4. Awal Kisah Baru
5. Rahasia Hati
6. Rindu
7. Pulang
8. Luka
9. Rahasia Hati Yang Lain
10. Berpisah
11. Bakti
12. Janji
13. Luka Baru
14. KKN
15. Musibah
16. Kehilangan
17. Melepas
18. Harga Diri
19. Menunggu
20. Pilihan
21. Orang Baru
22. Surat
23. Mbah Yai
24. Pertolongan
25. Harapan
26. Bantuan
27. Petak Umpet
28. Amarah
29. Rumah
30. Yang Tak Terlihat
31. Keputusan
32. Sakit
33. Pagebluk
34. Akhir

Novel Durma Mba Ririm KMO Indonesia

Bedah Novel Durma oleh Penulis Mba Ririm

Tentang Durma, mungkin ada yang sudah berteman dengan saya di FB, sehingga tahu awal mula Durma ditulis.
Durma ditulis sebagai tugas dari kelas fiksi di komunitas menulis yang saya ikuti.
Mengambil latar di lereng Merapi, tepatnya di kecamatan Selo. Wilayah paling ujung barat dari Kabupaten Boyolali tempat saya dilahirkan
Untuk pemilihan tema, semua mengalir begitu saja. Tidak ada yang istimewa. Nah, saat akan memulai part 1, tiba-tiba tergerak untuk menghubungi ibu, meminta doa. Itu berlangsung untuk part-part selanjutnya. Sampai ibu heran, gur tugas wae kok seriusmen ngono, ucap beliau. Saya tersenyum saja.
Untuk mendapatkan rasa tentang Selo, saya sempatkan ke sana. Tempat yang belum pernah saya datangi, merasakan dinginnya, basah dan menikmati kabut yang turun, membuat saya jatuh hati dengan Selo, juga dengan setiap part Durma yang saya tulis.
Pemilihan tempat yang kedua adalah Solo, tempat saya sekolah, kuliah hingga menikah. Sebenarnya hanya ingin memudahkan saja dalam menulis Durma. Risetnya gampang, alasan awalnya, sembari mengingat kenangan sewaktu dulu😊

Saya lupa sampai part berapa Durma ditulis, kemudian tidak sengaja ngobrol dengan kakak kelas, tentang tembang Lingsir wengi, eh sama beliau disarankan untuk membaca kidung Rumekso ing Wengi, yang ternyata lebih masuk untuk memperkuat Durma.
Oh iya, maaf ada yang terlewatkan. Durma itu sebenarnya salah satu dari 11 tembang macapat.
Tembang macapat sendiri menggambarkan tentang siklus hidup manusia, sejak lahir hingga meninggal. Durma berada menempati urutan kedelapan. Yaitu fase di mana manusia hidup untuk berbagi, mengabdi pada masyarakat. Ada juga yang berpendapat, bahwa Durma mengambarkan kehidupan yang mengalami kemunduran tata krama, diakibatkan karena kesombongan, mau menang sendiri dan hal-hal tercela lainnya.
Durma, Tembang kehidupan sang bunga desa bercerita tentang Hayu, yang harus mengalami hidup terpisah dari ibunya sejak berumur 5 tahun dan tinggal di lereng Merapi.
Durma menceritakan berbagai persoalan yang harus dihadapi Hayu, tentang hubungannya dengan sang ibu yang kurang harmonis, tentang rasa yang dia pendam kepada Wisnu dan beberapa masalah lainnya yang saya tuliskan dengan air mata bercucuran, terutama saat Hayu harus kehilangan kedua simbahnya.
Durma pun tidak lepas dari kisah asmara yang menurut saya rumit. Cinta dalam diam. Siapa yang pernah merasakan? Sayaaaa, hahaha. Ada beberapa kesamaan saya dan Hayu, sama-sama suka menari dan pernah merasakan perihnya rasa yang terpendam, ea. Selingan saja kalau ini.
Kehadiran Wisnu, Banyu menambah semarak suasana batin Hayu, juga batin saya😃
Juga keputusan-keputusan ajaib yang akhirnya diambil Wisnu demi rasa yang dia miliki, membawa saya yang menuliskan masuk pada petualangan baru. Petualangan dunia supranatural yang selama ini jauh dari pikiran saya (ini belum diposting di FB, jadi hanya ada di novel)
Ada riset kecil-kecilan yang saya lakukan, tetapi ternyata ada dampak yang dirasakan keluarga saya😑
Durma ini kemudian menjadi nasehat untuk diri saya sendiri.
Lalu bagaimana sikap Miranti selanjutnya kepada Hayu? Seorang ibu pasti selalu mengingankan yang terbaik untuk putrinya, meskipun seringkali hal itu bisa menyakiti sang anak. Saya sempat ikut geram saat menuliskannya.
Ada yang sudah mengikuti Durma di FB sampai selesai?
In syaa Allah saya akan share penggalan-penggalan Durma hingga masa PO berakhir, jadi silakan mampir ya. Siapa tahu bisa untuk tambahan materi beriklan
Beberapa pertanyaan datang ke saya, apakah Durma happy ending? Saya jawab, happy ending untuk kubu mana nih, Banyu atau Wisnu? Kalau teman-teman lebih memilih mana? Hehehe, meskipun cerita sudah selesai, tapi bolehlah menebak. Juga kenapa alasannya. Yang tepat sesuai dengan ending dan alasannya, in syaa Allah ada cindera mata dari saya. Bolehkan, Mbak Tuti?😏
Sekarang kita masuk sesi tanya jawab.
Yang udah punya pertanyaan tentang Durma bisa ditanyakan dengan #tanya di grup.
Akan saya pilih 5 pertanyaan untuk ditanyakan langsung ke Mbak @RirimWindiari

Novel Durma Mba Ririm KMO Indonesia

Sesi Tanya Jawab Bedah Novel Durma oleh Mba Ririm

T:
“Ada riset kecil-kecilan yang saya lakukan, tetapi ternyata ada dampak yang dirasakan keluarga saya”
ini maksudnya riset apa dan dampaknya apa, ya?
#tanya
J: Terima kasih atas pertanyaannya.
Jadi saat Wisnu galau karena hinaan Miranti, dia kemudian diantar ke Mbah Yai oleh Lek Mardi ( saya lupa part berapa)
Dari narasumber yang saya percaya, pada akhir tahun 80an (Durma ini mengambil latar waktu tahun 80an akhir). Masyarakat di sana masih sangat percaya dengan “orang tua”. Kemudian saya disarankan untuk membaca kitab mujarabat. Ketika saya cerita ke teman di komunitas menulis tentang kitab ini, saya diperingatkan. Karena mertua beliau pernah mengamalkan dan terus dikejar monyet besar. Walaupun keberadaan kitab ini di rumah tanpa sepengetahuan suami, ternyata beliau mengalami nggangguan. Semenjak keberadaan kitab itu, sering sekali teriak-teriak dalam tidurnya, katanya rumah kami penuh dengan monyet.
Kemudian kitab itu saya singkirkan, alhamdulillah tidak ada lagi keluhan tentang mimpi monyet. Hanya Allah yang tahu semuanya
T:
Adakah kendala dalam menyelesaikan novel durma? Jika ada. Apa sajakah itu?
J: Terima kasih untuk pertanyaan kedua.
Alhamdulillah, Allah anugerahkan pada saya sakit tumor, yang seringkali membatasi gerak tangan. Ada part yang terbagi a dan b. Itu adalah saat di mana saya tidak sanggup untuk menekan keyboard, tetapi Durma harus tetap ditulis.
Alhamdulillah akhirnya selesai juga😃
T:
Apa ciri khas dari cerita Durma?
J: Terima kasih untuk pertanyaan ketiga
Durma cerita yang sangat jawa banget, kadang saya lupa terlalu banyak memakai bahasa jawa.

T: #tanya Pertanyaan nya bagaimana novel ini bisa begitu hidup ,,seakan kita masuk ke dalam novel ini?
J: Terima kasih untuk pertanyaan keempat.
Masya Allah, saya tidak bisa menjawab, tapi saya sangat mencintai Durma saat menuliskannya. Hanya itu yang bisa saya sampaikan.
T:
Saya terus terang baru menyimak ulasan kisah novel Durma ini, sungguh sangat menarik karena mba Ririm menyajikan juga nilai budaya dalam tulisan tersebut, bagaimana mengaitkan nilai budaya dalam tulisan tersebut ? mohon saran nya, terima kasih.
#tanya
J: Terima kasih untuk pertanyaan terakhir.
Semua mengalir begitu saja, Allah yang memudahkan. Jujur saya bingung menjawab.
Bagi saya, menulis apa pun, yang pertama adalah nyaman, sampai jatuh hati pada tulisan kita sendiri. In syaa Allah nanti akan Allah mudahkan.
Mohon maaf, mungkin jawaban saya kurang tepat.

Oh iya, untuk pertanyaan ending tadi, saya ganti saja ya.
Selama mengikuti Durma, pasti banyak yang geram dengan Miranti. Dari yang membaca Durma di FB, hanya satu orang yang punya pikiran sama dengan saya tentang Miranti.
Menurut teman-teman, seperti apa Miranti itu yang sebenarnya?

T: Dimana saya bisa dapatkan novel Durma?
J: Untuk mendapatkan novel Durma, Anda bisa menghubungi kontak yang ada di website ini atau bisa langsung order di homepage website yucek.com





Novel Durma Mba Ririm KMO Indonesia



Jangan lewatkan sajian menarik lainnya ya^^


0 Response to "Novel Durma karya Mba Ririm"

Post a Comment

Ada Pertanyaan atau Komentar?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel